
Negara-negara lain mempertanyakan alasan di balik langkah kontroversial tersebut. Mereka juga mengingatkan mengenai sanksi yang akan dijatuhkan oleh PBB, jika Iran melanjutkan niatnya.
Namun Iran tetap mempertahankan kegiatan nuklirnya dengan tujuan perdamaian. Utusan dari Iran pun menegaskan hal tersebut, dan berdalih program tersebut bertujuan untuk sumber energi dan juga bahan penelitian reaktor nuklir oleh para peneliti Teheran.
Tetapi negara-negara besar berpendapat bahwa program pengayaan tersebut hanya untuk menutupi program pembuatan senjata massal.
Inggris sendiri menuduh negara Republik Islam itu secara teknis masih belum mampu untuk mengubah nuklir menjadi bahan bakar reaktor. Prancis dan Amerika Serikat berpendapat, langkah Iran tersebut harus diberikan sanksi secara tegas dari Dewan Keamanan PBB. Alasannya Iran telah membangkang dengan mengembangkan nuklir.
Bahkan anggota parlemen senior dari Rusia, yang biasanya selalu bertentangan dengan negara-negara barat mengatakan, Iran harus diberikan sanksi tambahan.
Ketua Komite Urusan Internasional dari State Duma (Majelis Parlemen Rendah) Konstantin Kosachev mengatakan, komunitas internasional harus bereaksi terhadap langkah Iran dengan perhitungan yang matang.
"Termasuk dengan memberikan sanksi ekonomi yang lebih keras lagi," ujarnya, kepada kantor berita Interfax seperti yang dikutip Associated Press (9/2/2010).
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebelumnya pada hari Minggu telah mengumumkan, negaranya akan menambah pengayaan uraniumnya hingga 20 persen. Akan tetapi, pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin merupakan hal yang signifikan, hal tersebut dikarenakan selama beberapa bulan ini Iran selalu mengelak menyangkut permasalah tersebut.
Negara-negara barat menyalahkan Iran, karena menolak rencana internasional untuk mendukung Iran untuk mengurangi pengayaan uraniumnya.
Rencana tersebut adalah untuk membuat uranium tersebut nantinya dikembalikan dalam bentuk bahan bakar untuk reaktor kepada Iran, dalam pengertian yang luas untuk mengurangi kekhawatiran terhadap agenda nuklirnya.
Pada Minggu kemarin, pejabat Iran mengatakan peningkatan pengayaan uranium akan dilaksanakan pada Selasa 9 Februari mendatang.
Pada saat konferensi pers dengan Menteri Pertahanan Perancis Herve Morin, Menteri Pertahanan AS Robert Gates, memuji usaha Presiden Barack Obama melibatkan Republik Islam secara diplomatis dan menentang keras atas sikap Teheran yang tidak mau bekerja sama.
"Belum pernah ada presiden dari AS yang mau melakukan hal ini dengan tulus, dan berani mengambil risiko politik, hanya demi suatu usaha untuk menciptakan kesempatan Iran dapat terlibat dalam usaha ini," urainya. "Semua rencana tersebut ditolak oleh Iran," imbuh dia.
(rhs)
Â










